Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 3
Salam sejahtera bagi semuanya
kata kunci : Salam sejahtera bagi semuanya

Assalamu’alaikum wr wb,

Salam sejahtera bagi semuanya

Dear Sultan Agung 78 members,

   

Awal terbentuk SA78 sesungguhnya tidak lepas dari sebuah gagasan para pengasuh PONDOK PETA yaitu mulai sejak KH. Mustaqim bin Husain, lalu KH. Abdul Djalil Mustaqim, kemudian diwujudkan oleh KH. M. Sholachuddin Abdul Djalil Mustaqim (SULTAN) yaitu dalam suatu gerakan besar yang dinamakan “SULTAN AGUNG 78”.

 Beliau mempunyai pemikiran besar tentang bagaimana menata umat manusia secara lahiriyyah dan batiniyyah tanpa membedakan suku, agama, ras dan latar belakangnya dalam satu wadah “SULTAN AGUNG 78”. Beliau ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Islam itu adalah rahmatan lil’alamin artinya merahmati seluruh alam, karena pada dasarnya manusia adalah khalifah Allah di muka bumi ini untuk mengatur seluruh Alam ciptaanNya. Beliau ingin mengajak umat manusia berakhlaq mulia dengan apapun dan dengan siapapun yang ada di sekelilingnya. Sehingga manusia mempunyai kewajiban menjaga keseimbangan alam ini.

Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, maka manusia tidak boleh mempunyai sifat egois (mementingkan diri sendiri ) dan sifat kepedulian, kedermawanan, etika yang baik sangatlah dibutuhkan dalam hidup berdampingan dengan orang lain. Sesungguhnya segala yang dimiliki manusia adalah titipan dari penciptanya, dan manusia hanyalah berperan sebagai perantara, contohnya yang kaya mempunyai kewajiban mendermakan hartanya kepada siapapun yang membutuhkan, yang mempunyai ilmu wajib mengajarkannya kepada orang lain dan yang mempunyai tenaga juga mempunyai kewajiban membantu kesulitan orang lain begitu seterusnya. Jadi manusia itu mempunyai tanggung jawab menyampaikan titipan dari Tuhannya kepada orang lain. Bahkan nyawa, raga dan apa yang dimilikinya adalah titipan yang sewaktu-waktu akan diambil oleh Tuhan.

Sebagai makhluk yang diciptakan paling sempurna sudah seharusnya manusia selalu mensyukuri segala nikmat yag diberikan. Sehingga manusia mampu menghargai kehidupan yang diberikan penciptanya. Namun untuk menghargai suatu kehidupan manusia harus mengerti arti kehidupan, tentang mengapa?? dan untuk apa?? diciptakan di dunia ini. Kalau manusia mengerti itu semua, maka dia akan mempunyai kesadaran tentang bagaimana dia menjalani kehidupannya.

“Kehidupan Yang Bermakna Ketika Manusia Dapat Bermanfaat Bagi Orang Lain”.

                                                           

Diposting pada 29-08-2011 19:19:17 oleh admin | Daftar Berita